Blog EntrySeni Memilih TakdirNov 12, '06 7:40 PM
for everyone

Alkisah, saat ada wabah di suatu negeri, Umar mengajak sahabat lainnya untuk menghindar dari negeri tersebut. Sahabat bertanya, “Apakah engkau menolak takdir Allah, ya Umar?” Umar menjawab, “Aku lari dari satu takdir Allah, ke satu takdirNya yang lain.”

 

Beberapa waktu lalu, sebelum dipindah ke US ini, di Jepang aku pernah ikut seminar yang diadakan oleh bagian personalia kantor. Bahasannya adalah tentang bagaimana membuat pilihan dan keputusan yang efektif. Konon cara tersebut dikembangkan di Amerika ini oleh professor di satu universitas terkenal. Tapi dasar memang nggak suka perhatian terhadap judul, aku lupa nama metodanya, penemu dan di mana metoda itu dibuat. Tapi isinya insya Allah masih aku  ingat dan cukup sering aku pakai.

 

Jika dihadapkan pada dua atau lebih pilihan, -baik pilihan besar seperti menentukan proyek dan strategi apa yang akan dijalankan oleh perusahaan, ataupun sekedar pilihan sederhana seperti mau kemana liburan Desember ini – bagaimana anda menentukan pilihan tersebut dengan efektif?

Gampang saja. Jika yang anda lakukan adalah membandingkan kelebihan dan kekurangan dari tiap pilihan yang ada, kemudian memilih opsi dengan kelebihan maksimal dan kekurangan minimal, “Selamat! Anda telah memilih dengan benar.”

 

Tapi tunggu dulu! Apa iya perbandingan tersebut bisa dilakukan dengan gampang? Bagaimana kalau tiap pilihan hanya punya perbedaan yang tipis dan masing-masing dalam posisi trade-off antara kelebihan dan kekurangannya? Dan celakanya tiap opsi seperti tampak sama benarnya?

 

Disinilah metoda tersebut menampakkan kejumawaannya.

 

Cara pertama adalah, lupakan dulu kekurangan atau kelemahan dari dari tiap opsi. Jadi yang harus didaftar secara serempak adalah kelebihan dan keunggulan dari tiap pilihan

 

Kedua, tetapkan dengan jelas apa yang kita BUTUHKAN dan apa yang kita INGINKAN. Untuk kebutuhan, beri kriteria sekonkrit mungkin. Akan sangat mantap dengan angka-angka yang jelas parameternya. Untuk keinginan, bisa dibuat lebih longgar.

 

Ketiga, masukkan kebutuhan dan keinginan kita pada tiap kelebihan yang ada, dan pilihkah opsi yang memiliki skor tertinggi.

 

Nah, itulah pilihan kita!

Mudah kan?

 

Lho? Lalu bagaimana dengan kelemahan dan kekurangan yang ada?

 

Cara keempat, setelah kita menentukan pilihan, bukalah kekurangan opsi tersebut dan lihatlah dengan seksama. Lalu katakanlah, “Nah, ini tantangan yang harus aku hadapi, bagaimana mengatasinya!”

 

Bingung?

Menurutku tidak. Bahkan disinilah letak keefektifan dan lebih jauh lagi ‘kejantanan’ metode ini, yang membuatku tertarik padanya. Tak pernah ada yang sempurna di dunia ini. Semua ada cacat dan celanya. Tapi jika suatu pilihan sudah memenuhi atau setidaknya mendekati KEBUTUHAN dan KEINGINAN kita, tidakkah pilihan tersebut pantas untuk diperjuangkan? Tidakkah itu cukup bagi kita untuk bertanggung jawab mengatasi atau menerima kelemahan tersebut? Jadi ya, tunggu apalagi? Itulah pilihan kita dan terimalah secara sadar konsekwensinya.

 

Hidup selalu adalah masalah pilihan. CMIIW, kabarnya kata ‘ikhtiar’ arti asalnya adalah memilih (di Ina sering diartikan berusaha). Akan bertahan di luar negeri atau pulang ke tanah air? Ikut muktamar IMSA di St. Louis, MO atau belajar di rumah selama winter break? Menikah atau membujang?

 

Bahkan lebih jauh lagi, beriman atau kafir sekalipun adalah pilihan bebas yang diberikan Allah pada kita, asal kita sadar konsekwensinya. Makanya terhadap Iblis dan pengikut sadarnya yang menyatakan diri membangkang pada Allah, Allah malah ‘memuji’ mereka dengan kata-kata, “Berilah mereka kabar gembira tentang azab yang pedih,” atau, “Alangkah sabarnya mereka terhadap api neraka.”   

 

Albany,  Tengah November 2006


21 CommentsChronological   Reverse   Threaded
gusdiasdial wrote on Nov 12, '06
Very good idea
fitrtanjuang wrote on Nov 12, '06
Very good idea
Thanx!..:)
rostati wrote on Nov 12, '06
The safest five-letter word: AGREE he he he....
fitrtanjuang wrote on Nov 12, '06
rostati said
The safest five-letter word: AGREE he he he....
The most heavy five-letter word for student : PAPER...:)
Udah dikirim tugas onlinenya?
rostati wrote on Nov 12, '06
Udah dong,...makanya jalan-jalan ke MP....rekor nih lebih produktif he he he...
fitrtanjuang wrote on Nov 12, '06
rostati said
Udah dong,...makanya jalan-jalan ke MP....rekor nih lebih produktif he he he...
Aku pikir lagi cofee break...:)
Berarti tugas minggu lalu juga udah OK.
Atau masih perlu rekamannya?
ummiss wrote on Nov 13, '06
Andai boleh memilih ikut muktamar.... hikssss
maryamilyas wrote on Nov 13, '06, edited on Nov 13, '06
Menikah atau membujang?
Ini murni pilihan? Bukannya kalau kesempatan itu sudah datang, 'mesti' kita ambil? It's a sunna alright, but it a STRROOOONG sunnah. Begitu kan, Da...?
Btw, cool method, Da!
fadlan wrote on Nov 14, '06
kut muktamar IMSA di St. Louis, MO atau belajar di rumah selama winter break? Menikah atau membujang?
Hahahaa Uda bisa aja nih...hayo atuh yang bujang ke Muktamar aja....siapa tahu jodoh menanti di sana....atau sepanjang perjalanan pp Albany-St.Louis
aaamiin aaamiin aku doain dari Louisville....*twink-twink*....pilihan menikah bila sudah berkemampuan hukumnya berubah jadi wajib lho.....(ntar nyesel kalau kelamaan....menimbang-nimbangnya)
fadlan wrote on Nov 14, '06
kut muktamar IMSA di St. Louis, MO atau belajar di rumah selama winter break? Menikah atau membujang?
Hahahaa Uda bisa aja nih...hayo atuh yang bujang ke Muktamar aja....siapa tahu jodoh menanti di sana....atau sepanjang perjalanan pp Albany-St.Louis
aaamiin aaamiin aku doain dari Louisville....*twink-twink*....pilihan menikah bila sudah berkemampuan hukumnya berubah jadi 'kudu' lho.....(ntar nyesel kalau kelamaan....menimbang-nimbangnya)
sellyna wrote on Nov 14, '06, edited on Nov 14, '06
Metode yang bagus..trims suda sharing :D

sekalian promo Muktamar juga yaa....
fitrtanjuang wrote on Nov 18, '06
ummiss said
Andai boleh memilih ikut muktamar.... hikssss
Lho, nggak ikut tahun ini Kak?
Bisa bareng rombongan Albany lho...:)
Hayo ikutlah....
fitrtanjuang wrote on Nov 18, '06
Ini murni pilihan? Bukannya kalau kesempatan itu sudah datang, 'mesti' kita ambil? It's a sunna alright, but it a STRROOOONG sunnah. Begitu kan, Da...?
Btw, cool method, Da!
Bukan hanya strong sunnah, pada level tertenti bisa jadi wajib, Ni.
Kan begitu yang kita pelajari waktu SMA dulu...:)
Hukum awalnya sunnah, tapi tergantung kondisi yang bersangkutan bisa jadi haram sampai wajib....
Udah 'terlalu' hafal nih...hehe
fitrtanjuang wrote on Nov 18, '06
fadlan said
Hahahaa Uda bisa aja nih...hayo atuh yang bujang ke Muktamar aja....siapa tahu jodoh menanti di sana....atau sepanjang perjalanan pp Albany-St.Louis
aaamiin aaamiin aku doain dari Louisville....*twink-twink*....pilihan menikah bila sudah berkemampuan hukumnya berubah jadi wajib lho.....(ntar nyesel kalau kelamaan....menimbang-nimbangnya)
Doanya lebih kenceng lagi mbak Hani..:)
Aku sih ikut muktamar, sendiri atau ada teman. Albany juga baru sedikit nih yang mendaftar. Perlu promosi gaya baru kayaknya....:)

Ini artinya mbak Hani ikut muktamar kan?
fitrtanjuang wrote on Nov 18, '06
sellyna said
Metode yang bagus..trims suda sharing :D

sekalian promo Muktamar juga yaa....
Bagus, efektif, 'jantan' dan bertanggung jawab. Prinsipnya, memilih dengan ilmu, memilih dengan sadar.

Iya, sekalian promo. Memang aku anggota panitia bagian itu soalnya...:)
fadlan wrote on Nov 20, '06
Ini artinya mbak Hani ikut muktamar kan?
xixixixi ini kuat ngomporinnya berhubung harus jaga gawang...biar ada nanti yang bikin laporan pandangan mata.....ups.....yang ikut soul dan jiwaku deh ke sana:)
fitrtanjuang wrote on Nov 22, '06
fadlan said
xixixixi ini kuat ngomporinnya berhubung harus jaga gawang...biar ada nanti yang bikin laporan pandangan mata.....ups.....yang ikut soul dan jiwaku deh ke sana:)
Kurang mantap, mbak, kalau hanya soul aja yang pergi.
Harus lahir batin, laporan pandangan matanya...:)
arinababan wrote on Jun 19, '07
Pilihan bebas? tapi apakah hidup ini bukannya bagian dari pada takdir?

Makasih Uda Tanjuang buat "Pilihan Bebas" nya....
fadlan wrote on Jun 19, '07
TSF Uda....dibaca lagi dan lagi....selalu menguatkan hati...thx a lot da....Mbak Tati ngidamnya apa? Masih ndak.....
fitrtanjuang wrote on Oct 22, '07
Pilihan bebas? tapi apakah hidup ini bukannya bagian dari pada takdir?

Makasih Uda Tanjuang buat "Pilihan Bebas" nya....
Sama2.

Makanya kata Umar RA, "Kita lari dari satu takdir Allah, ke satu takdirNya yang lain," saat menghindar dari wabah penyakit.
fitrtanjuang wrote on Oct 22, '07
fadlan said
TSF Uda....dibaca lagi dan lagi....selalu menguatkan hati...thx a lot da....Mbak Tati ngidamnya apa? Masih ndak.....
Wah, mbak Hani.
Kan selalu yang paling semangat..:)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.