"Kalau anak orang, kita merasakan pertumbuhannya cepat sekali. Tapi kalau anak sendiri, rasanya akan lambat sekali." Demikian kata teman Jepang, senior di kantorku, saat dia mengucapkan selamat atas kelahiran Melati.
Sepertinya ada benarnya. Rasanya sudah lama sekali Melati ada di antara kami. Padahal umurnya baru 1 bulan. Iya, persis satu bulan hari ini. Tapi sepertinya tangisan dan teriakannya, lucu dan lugu matanya seakan telah hadir sejak 'dulu kala." Apa mungkin harus dihitung balik dari sejak dalam kandungan ya?...:)
Nah, selama sebulan itu, skill Ayah Melati juga tidak kalah dengan Bunda. Kalau soal gendong-mengendong, bahkan Ayahlah yang pertama menggendong Melati, setengah jam setelah kelahirannya, sebelum Nenek dan Bundanya.
Menyusui juga tak ketinggalannya. Bukan ASA (Air Susu Ayah), tentunya..:) Tapi pakai botol yang diisi susu Bunda yang sudah dipompa. Kata dokter, Melati bagusnya dibiasakan minum dengan botol minimal satu kali dalam sehari. Apalagi Bunda sudah mulai masuk kuliah lagi dan harus berpisah dengan Melati sampai 4 jam, sedang jadwal minumnya 2-3 jam sekali.
Bahkan dalam urusan menyusui ini, Ayah juga expert membuat Melati sendawa (burping). Karena mulut dan kerongkongan masih kecil sedang rakusnya sudah luar biasa, sering susunya tak sempurna masuk perut. Untuk itu perlu didirikan dengan cara dirangkul ke dada sampai kepalanya bisa bersandar ke bahu, lalu punggungnya diusap atau ditepuk-tepuk. Dan ehem, ternyata Melati lebih tenang di dada Ayah dari pada Bunda...hehe.
Tapi ada satu hal yang belum bisa Ayah lakukan. Yaitu....mengganti popok!
Bukan baunya yang jadi masalah. Tapi mungkin 'bendanya.' Disinilah barangkali ada persamaan Ayah dengan Monk. Monk adalah tokoh detektif swasta di SF, CA yang menderita Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) dengan total 312 phobia, salah satunya terhadap kotoran.
Tentu tidak separah Monk. Yang jelas, kalau harus bersih-bersih dengan tisu, Ayah akan butuh waktu sekitar 30 menit dan Melati sudah berteriak-teriak kecapean. Mungkin juga sakit karena kakinya lama diangkat. Setelah itu Ayah juga gak bisa tidak, harus men-screening wilayah sekitar bassinet-nya, kalau-kalau masih ada 'benda-benda kuning' berceceran.
Pokoknya, kita berdua jadi stres deh. Makanya, untuk urusan satu ini Ayah angkat tangan. Senyenyak apapun tidur Bunda, terpaksa harus dibangunkan dulu!
Albany, NY
17 Nov 2007
Foto1 : Melati di dada Ayah.
Foto2 : Melati dan Ayah lagi debat soal artikel di detik.com..:)
Foto3 : Monk dari sini http://tv.yahoo.com/monk/show/27875/photos/2

