Blog EntryAyah Melati dan Adrian MonkNov 17, '07 7:35 PM
for everyone

"Kalau anak orang, kita merasakan pertumbuhannya cepat sekali. Tapi kalau anak sendiri, rasanya akan lambat sekali." Demikian kata teman Jepang, senior di kantorku, saat dia mengucapkan selamat atas kelahiran Melati.

Sepertinya ada benarnya. Rasanya sudah lama sekali Melati ada di antara kami. Padahal umurnya baru 1 bulan. Iya, persis satu bulan hari ini. Tapi sepertinya tangisan dan teriakannya, lucu dan lugu matanya seakan telah hadir sejak 'dulu kala." Apa mungkin harus dihitung balik dari sejak dalam kandungan ya?...:)

Nah, selama sebulan itu, skill Ayah Melati juga tidak kalah dengan Bunda. Kalau soal gendong-mengendong, bahkan Ayahlah yang pertama menggendong Melati, setengah jam setelah kelahirannya, sebelum Nenek dan Bundanya.  

Menyusui juga tak ketinggalannya. Bukan ASA (Air Susu Ayah), tentunya..:) Tapi pakai botol yang diisi susu Bunda yang sudah dipompa. Kata dokter, Melati bagusnya dibiasakan minum dengan botol minimal satu kali dalam sehari. Apalagi Bunda sudah mulai masuk kuliah lagi dan harus berpisah dengan Melati sampai 4 jam, sedang jadwal minumnya 2-3 jam sekali.

Bahkan dalam urusan menyusui ini, Ayah juga expert membuat Melati sendawa (burping). Karena mulut dan kerongkongan masih kecil sedang rakusnya sudah luar biasa, sering susunya tak sempurna masuk perut. Untuk itu perlu didirikan dengan cara dirangkul ke dada sampai kepalanya bisa bersandar ke bahu, lalu punggungnya diusap atau ditepuk-tepuk. Dan ehem, ternyata Melati lebih tenang di dada Ayah dari pada Bunda...hehe.

Tapi ada satu hal yang belum bisa Ayah lakukan. Yaitu....mengganti popok!

Bukan baunya yang jadi masalah. Tapi mungkin 'bendanya.' Disinilah barangkali ada persamaan Ayah dengan Monk. Monk adalah tokoh detektif swasta di SF, CA yang menderita Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) dengan total 312 phobia, salah satunya terhadap kotoran.

Tentu tidak separah Monk. Yang jelas, kalau harus bersih-bersih dengan tisu, Ayah akan butuh waktu sekitar 30 menit dan Melati sudah berteriak-teriak kecapean. Mungkin juga sakit karena kakinya lama diangkat. Setelah itu Ayah juga gak bisa tidak, harus men-screening wilayah sekitar bassinet-nya, kalau-kalau masih ada 'benda-benda kuning' berceceran.

Pokoknya, kita berdua jadi stres deh. Makanya, untuk urusan satu ini Ayah angkat tangan. Senyenyak apapun tidur Bunda, terpaksa harus dibangunkan dulu!  

Albany, NY

17 Nov 2007

Foto1 : Melati di dada Ayah.

Foto2 : Melati dan Ayah lagi debat soal artikel di detik.com..:)

Foto3 : Monk dari sini http://tv.yahoo.com/monk/show/27875/photos/2

 
 


 

 


 

 

 


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
derni wrote on Nov 18, '07
Pokoknya, kita berdua jadi stres deh. Makanya, untuk urusan satu ini Ayah angkat tangan. Senyenyak apapun tidur Bunda, terpaksa harus dibangunkan dulu!

Albany, NY
Jangan menyerah ayah, nanti juga bisa... :-)
Jadi nggak perlu bangunkan bunda
rasti812 wrote on Nov 18, '07
Loh ayah...kalau belum lihai jangan malah setop dong..hehehe bukannya justru harus lebih banyak latihan ? ya ayaah ayo banyak latihan jangan menyerah...kasihan bundaaa dong kalau dibangunin terus tidur bunda yang sudah sedikit jadi makin sedikit.....soalnya Melati kan juga sering banget bangunin bundaa.......=0P...
ummujib wrote on Nov 18, '07
Iya..ayah..tepuk2 bahu dari jauh, biar jangan cepat menyerah.
fitrtanjuang wrote on Nov 18, '07
derni said
Jangan menyerah ayah, nanti juga bisa... :-)
Jadi nggak perlu bangunkan bunda
Insya Allah, mbak Me.
Nunggu Melati lebih kuat dulu..:)
fitrtanjuang wrote on Nov 18, '07
Loh ayah...kalau belum lihai jangan malah setop dong..hehehe bukannya justru harus lebih banyak latihan ? ya ayaah ayo banyak latihan jangan menyerah...kasihan bundaaa dong kalau dibangunin terus tidur bunda yang sudah sedikit jadi makin sedikit.....soalnya Melati kan juga sering banget bangunin bundaa.......=0P...
Hehe..iya mbak Adi.
Tapi kalau tiap latihan makan waktu lama dan Melati belum kuat, kasian juga.
Akhirnya Bundanya bangun juga karena teriakan Melati.
Nunggu dia kuat dulu diangkat lama-lama...:)
fitrtanjuang wrote on Nov 18, '07
ummujib said
Iya..ayah..tepuk2 bahu dari jauh, biar jangan cepat menyerah.
Bukan nyerah, mbak Pungki.
Break dulu...hehe
maryamilyas wrote on Nov 18, '07
satu hal yang belum bisa Ayah lakukan. Yaitu....mengganti popok!
Ganti popok untuk yang besar aja atau yang kecil juga? Kalau yang kecil, alah bisa karena biasa, Uda...
Kalau yang besar, engg... kalau di sini emang mending saya ngerjain sendiri. Biarpun bapaknya lebih pembersih dari ibunya, tapi karena kurang cekatan, malah bisa jadi berantakan semua...!
fitrtanjuang wrote on Nov 18, '07
Ganti popok untuk yang besar aja atau yang kecil juga? Kalau yang kecil, alah bisa karena biasa, Uda...
Kalau yang besar, engg... kalau di sini emang mending saya ngerjain sendiri. Biarpun bapaknya lebih pembersih dari ibunya, tapi karena kurang cekatan, malah bisa jadi berantakan semua...!
Wah, Melati gak membedakan kecil dan besar, Ni..:)
Selama ini yang aku tahu kalau dia udah gerah, biasanya udah dua2nya.

Tapi neneknya pernah disemprotan sampai basah saat lagi buka popok..hehehe
my2cubs wrote on Nov 19, '07
good job ayah...kata si abang, practise makes perfect...
fitrtanjuang wrote on Nov 19, '07
my2cubs said
good job ayah...kata si abang, practise makes perfect...
Iya, mbak.
Mudah2an nanti bisa...
deeyand wrote on Jan 4
udah luama banget kayaknya gak mampir di mp-nya uda, eh ternyata ada juga toh update-nya hehe.
selamat menikmati kebahagiaan dengan melati ya, da :D
fitrtanjuang wrote on Jan 28
deeyand said
udah luama banget kayaknya gak mampir di mp-nya uda, eh ternyata ada juga toh update-nya hehe.
selamat menikmati kebahagiaan dengan melati ya, da :D
Ya, sesekali ada juga lah..:)
Makasih atas ucapan selamatnya.
imazahra wrote on Apr 8
Uuuuuuuuuuuuu, Melati lucuuuuuuuuuuuuuuu :-p
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.