Photos

Photo AlbumGempa Sumatera (Mari Beramal!)Sep 13, '07 11:18 PM
for everyone
Assalamu'alaikum wr.wb.

Ditengah kegembiraan menyambut ramadhan tahun ini, kita kembali dikejutkan dengan musibah gempa yang menimpa tanah air tercinta. Sampai hari ini gempa susulan masih saja terjadi dengan tingkat kerusakan sudah membayang di depan mata.

Sebagai bentuk ukhuwah kita sebagai muslim dan juga solidaritas anak bangsa, maka IMSA Peduli Derita Bangsa (IPDB) kembali membuka kotak amal bagi rekan-rekan yang ingin menyalurkan bantuannya melalui IMSA.

Sumbangan dapat dikirim dalam bentuk cek yang ditujukan ke "IMSA" dan dikirim ke alamat ini:

Budi Setiadi
260 Grace Ave. FL.2
Secaucus, NJ 07094

Mari kita jadikan ramadhan kali ini sebagai ladang amal bagi kita. Agar juga saudara-saudara kita di Sumatra dapat kembali merasakan kegembiraan menyambut ramadhan.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

A.n. IMSA Peduli Derita Bangsa (IPDB)
---------------------------------------------------------------

http://kotasolok.org/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3580

Padang Jadi Kota ”Mati”, Aktivitas Perdagangan Nyaris Tak Ada
Jum'at, 14-September-2007, 09:47:00
Telah dibaca sebanyak 251 kali




Padang, Padek—Hari pertama puasa, Kota Padang lumpuh total. Hampir seluruh pertokoan yang berada di pusat dan sudut kota tutup, termasuk pasar raya Padang. Kegiatan jual-beli praktis tak ada, begitupun halnya kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik.


PNS secara mendadak diliburkan secara fakultatif, kecuali Satpol PP, pegawai di lingkungan dinas kesehatan. Mereka yang libur disarankan membantu di lingkungannya masing-masing.Gempa susulan yang terjadi pagi kemarin benar-benar membawa kecemasan dan trauma yang sangat mendalam bagi warga Kota Padang. Bukan hanya mereka yang tinggal di daerah dekat pantai, tetapi juga di daerah ketinggian.

Bila mereka yang berada di dekat pantai mencemaskan dua hal yakni goncangan gempa dan ancaman tsunami maka mereka yang berada jauh dari pantai atau daerah ketinggian mencemaskan terjadinya reruntuhan bangunan. Gempa yang mengguncang ketika sebagian warga masih terlelap tidur tersebut membuat panik warga. Mereka berhamburan menyelamatkan diri, bahkan ada sebagian yang ke luar rumah tanpa berpakaian lengkap, ada yang dalam keadaan basah karena sedang mandi. Sesaat suasana sangat mencekam, ayunan gempa yang cukup kuat menyebabkan warga hanya bertahan di luar rumah, saling berangkulan dan di antaranya menyebut asma Allah.

Tidak berperannya secara maksimal perangkat komunikasi mensosialisasikan dampak gempa, apakah menimbulkan tsunami atau tidak menyebabkan warga semakin khawatir. Apalagi sehari sebelumnya, gempa kuat 7,9 SR (menurut BMG) diinformasikan oleh BMG berpotensi untuk tsunami, demikian juga gempa susulan dengan kekuatan 6,6 SR yang berpusat di lautan Pesisir Selatan. Salahsatu alat komunikasi yang kurang berfungsi adalah informasi melalui pengeras suara di masjid-masjid. Tak berfungsinya penerangan ini dirasakan oleh warga di Komplek Lapai Jaya. “Saat itu listrik mati, namun sebenarnya masjid memiliki genset. Tetapi tak ada pengumaman dan imbauan pada saat itu. Ini yang menyebabkan kekhawatiran warga meski jarak dari bibir pantai sekitar 3 km,” ulas salahseorang warga, Rio. Hal yang sama juga diakui Upik, warga komplek Taruko.

Rasa was-was masyarakat mulai terjawab ketika Walikota Padang tampil secara langsung di RRI dan dirilis sejumlah radio swasta. Salahsatu imbauan adalah tetap tenang meski gempa bisa berpotensi tsunami. “Setidaknya dengan komunikasi langsung maka warga bisa mengetahui informasi sesungguhnya. Namun apakah cukup dengan informasi lewat radio saja. Sebab, tak semua orang yang memiliki radio apalagi radionya dihidupkan dengan listrik. Mana bisa on, karena saat itu listrik sempat mati,” tambah Adi, warga Andalas. Sesaat setelah goncangan gempa berakhir, jalan-jalan menuju tempat ketinggian penuh sesak dengan berbagai kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Mereka saling mendahului dalam keadaan panik. Buntutnya, sepanjang hari kemarin terjadinya sejumlah kecelakaan. Hal ini juga dialami salahseorang karyawan Harian pagi Padang Ekspres, Rita bersama keluarganya.

Roboh: Bangunan Bank Mandiri Cabang Bagindo Aziz Chan roboh. Tak hanya atap dan gedung yang retak, namun bangunan yang runtuh juga menimpa mobil yang bakal menjadi hadiah bagi nasabah Bank Mandiri. Bangunan ini roboh akibat gempa hebat yang mengguncang Kota Padang, Kamis pagi kemarin.


Beberapa menit setelah guncangan gempa, suasana tak seperti biasanya terlihat dari aktivitas warga Kota Padang di hari pertama Ramadhan tersebut. Beberapa ruas jalan terlihat lengang, hanya di beberapa titik saja yang terlihat cukup ramai, yakni ruas jalan evakuasi. Angkutan kota pun tak seberapa yang berfungsi. Kondisi ini terjadi hingga sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah sopir memilih istirahat menambang, sebagian ada yang memanfaatkan waktu untuk ke bengkel. Dari pantauan Padang Ekspres pukul 16.00 WIB, sepanjang jalan Lubukbuaya, Tabing, Airtawar, dan Ulakkarang tidak menampakkan aktivitas seperti biasa. Masyarakat hanya duduk-duduk berkumpul di luar rumah. Kendaraan bermotor pun terlihat cukup berjarak, baik roda dua maupun roda empat yang melaju dengan kecepatan sedang.

Sementara itu ruas jalan menuju pusat kota sekitar kawasan Veteran hingga Pasarraya macet karena tumpukan kendaraan dan warga yang masih ingin melihat reruntuhan bangunan Sutan Kasim yang ambruk setelah gempa Rabu (12/9) sore dan showroom Hyundai yang roboh sesaat setelah gempa Kamis (13/9) pagi. Beberapa orang warga dan wartawan berbagai media masih terlihat mengabadikan gambar reruntuhan walau dalam keadaan berdesakan. Berbeda suasana di Jalan Sandang Pangan Pasar Raya Padang. Kawasan langganan macet itu kemarin betul betul lengang. Biasanya rute Sandang pangan menuju Ratulangi bisa ditempuh setengah jam, namun kemarin bisa dilewati dalam waktu satu menit. Hal ini dipicu tak normalnya aktivitas di Pasar Raya dan sekitarnya. Mall-mall tutup, baik Rocky Plaza, Plaza Andalas, maupun Matahari Dept Store. Sebagian besar toko-toko juga masih terlihat tutup. Namun beberapa di antara toko kebutuhan pokok tetap beroperasi meski tak membuka semua dagangannya.

Antrian SPBU

Dampak gempa juga menyebabkan beberapa antrian di sejumlah SPBU di Kota Padang. Masyarakat yang ketakutan stok BBM habis, untuk keperluan evakuasi membuat beberapa saling berebut untuk mengisi. Tampak antrian panjang terlihat di SPBU By Pass, Khatib, Veteran, Sawahan dan beberapa tempat lainnya. Tak hanya di SPBU di beberapa tempat bensin eceran pun diserbu warga. “Kalo iyo ado tsunami, indak ado minyak baa ka lari, ancak diisi minyak panuah-panuah kini lu, aman wak,” ujar Ridwan (23) saat ditemui koran ini di SPBU Sawahan Padang saat mengantri bensin.

Rusak

Sejumlah gedung-gedung dan kantor mengalami kerusakan parah maupun sedang. Di antaranya, pusat pertokoan Matahari, Plasa Andalas, Bank Mandiri, RSU BMC, RS M Djamil, RS Yos Sudarso, Hotel Rocky, Hotel Bumiminang, showrom mobil Mitsubishi PT Sutan kasim, Hyundai, PT Telkom, BPKP, Masjid Al Wusta, kantor dan rumah dinas Gubernur. Kerusakan ringan, juga terjadi di kantor Harian Pagi Padang Ekspres dan Posmetro Padang sehingga redaksi yang selama ini menempati lantai III, pindah ke lantai dasar. Bahkan, ditambah dengan tenda darurat. Sementara bangunan yang tak terkena dampak di antaranya, Polda, Poltabes, Balaikota, pusat pertokoan kawasan Pondok terutama di Jalan Niaga. (suk/san/cr7)

== Foto-foto diambil dari harian Padang Ekspres Online ==

nanggalo.jpg
  
evakuasishowroommitsubishi.jpg
  
bankmandiri.jpg
  
rsupjamil.jpg
  
showroomhyundai.jpg
  


moyas wrote on Sep 15, '07
Bagaimana keluarga, Uda?
fitrtanjuang wrote on Sep 15, '07
moyas said
Bagaimana keluarga, Uda?
Alhamdulillah, gak ada apa2.
Tapi sebagian rumah tetangga ada yang retak.

Showroom yang runtuh ada di Pasar Raya yang berjarak 30 menit perjalanan.
maryamilyas wrote on Sep 16, '07
Yang di Toronto bisa ke Kang Nurrachman?
fitrtanjuang wrote on Sep 16, '07
Yang di Toronto bisa ke Kang Nurrachman?
Panitia lokalitiy Torontonya Kang Nurrachman lagi ya, Ni?
Tapi seperti untuk gempa ini beda pengelolaan dengan ZISWAF IMSA.

Aku sendiri ngirim ke Sekretariat Minang USA..:)

Ini alamatnya :
6519 6th Street, N.W.
Washington, DC 20012
maryamilyas wrote on Sep 16, '07
Makasih Uda. Saya usahakan sih ngasih ke Toronto aja. Soalnya kalau ke US, pake cek (CAD $) tuh suka dipotong lagi, kesian yang nerimanya kan...
fitrtanjuang wrote on Sep 16, '07
Makasih Uda. Saya usahakan sih ngasih ke Toronto aja. Soalnya kalau ke US, pake cek (CAD $) tuh suka dipotong lagi, kesian yang nerimanya kan...
Gak apa2, Ni.
Asal dikasih tau aja untuk apa.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.